SAMPANG - Pelabuhan Desa Marparan mengalami antrian panjang, dari jam 06.30 hingga 08.30, Senin (20/2/2023).
Pelabuhan Desa Marparan adalah akses utama masyarakat dalam beraktivitas sehari hari, baik bekerja atau keperluan lain.
Sedangkan antrian sekarang dalam pantauan SuaraIndonesia.co.id sangat panjang, baik pemuda hingga yang tua.
Menurut Jum 40 tahun salah satu masyarakat yang mengantri, hal biasa masyarakat Marparan merasakan antrian, ketika bertepatan dengan bukanya pasar, kususnya pasar Blega.
"Biasanya hari Senin dan hari Jumat pelabuhan Desa Marparan ini mengalami antrian panjang," ucapnya, saat di wawancara oleh SuaraIndonesia.co.id di pelabuhan, Senin (20/02)2023).
Juga dirinya menjalankan, tidak heran dengan pelabuhan Marparan ini, karena udah terbiasa masyarakat Marparan.
"Terkadang kalau mau ke pasar, dengan kondisi yang antri di pelabuhan, sampek banyak yang tidak kebeli di pasar, karna sudah tutup, akibat antrian yang kadang sampek jam 09.00 apalagi hari Jumat," terangnya.
"Tapi pelayanan disini sangat cepat dan nyaman, walau banyak antrian, tapi dengan banyaknya masyarakat, mau tidak mau ada hari tertentu yang membuat antri," imbuhnya.
Selain itu, Roni 35 tahun salah satu pengunjung Wisata Magruf mengatakan, yang kebetulan pelabuhan ini sangat dekat dengan wisata Magruf.
"Mungkin pemerintah harus ada kapal yang lebih besar untuk mengatasi ini," Ucapnya, Senin (20/02/2023).
Setalah menghubungi Iwan Heri Susanto Kabit perhubungan kelautan Kebupaten Sampang menjelaskan, dirinya sudah memberikan bantuan dua kapal, dan sudah beroperasi.
"Dan ntuk menambahi kapal yang lebih besar kami masih usahakan kedepannya untuk mengatasi antrian tersebut, karena untuk hari ini banyak anggaran yang di pangkas," tuturnya, Senin (20/02/2023).
Tapi dirinya, berharap dengan adanya dua bantuan kapal tersebut semoga bisa bermanfaat terhadap masyarakat Desa Marparan.
"Melihat Desa Marparan adalah Desa yang terisolir, atau desa yang tertinggal, di Kabupaten Sampang" pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Hoirur Rosikin |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi