SUARA INDONESIA SAMPANG

Pulau Marparan Sampang, Penduduknya Mayoritas Santri Berpendapatan dari Tiga Sektor Ekonomi

Hoirur Rosikin - 04 June 2023 | 22:06 - Dibaca 2.30k kali
Features Pulau Marparan Sampang, Penduduknya Mayoritas Santri Berpendapatan dari Tiga Sektor Ekonomi
Perahu penumpang antarkan warga menuju Pulau Marparan, Kecamatam Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. (Foto: Hoirur Rozikin/Suaraindonesia.co.id)

SAMPANG, Suaraindonesia.co.id - Kabupaten Sampang terletak di pulau Madura, Jawa Timur.

Di Kabupaten kedua dari arah barat setelah Kabupaten Bangkalan itu, terdapat pulau kecil yang terletak di Kecamatan Sreseh. Pulau tersebut dikenal dengan nama pulau Marparan.

Uniknya, pulau tersebut dikelilingi sungai kecil sepanjang 200 meter. Untuk menuju ke sana harus menumpang perahu kecil Tronojoyo, berkapasitas 22 penumpang dan 11 sepeda motor.

Perjalanan pergi-pulang menggunakan perahu hanya cukup membayar Rp. 3.000 untuk 1 penumpang dan Rp. 5.000 untuk 1 unit sepeda motor.

Pulau berpenduduk sekitar 4 ribu jiwa itu memiliki wisata hutan mangrove yang diresmikan di tahun 2023 oleh Bupati Sampang, Slamet Junaidi.

Pulau Marparan memang jarang kita dengar, pulau itu hanya memiliki Dusun Soraan dan Dusun Anyir, Desa Marparan, Kecamatan Sreseh.

Warga setempat, Rois (35), mengatakan ada 3 sektor utama perputaran ekonomi yang menjadi sumber pendapatan masyarakatnya.

Yakni sektor pertanian padi tadah hujan, produksi garam serta tambak ikan bandeng dan udang.

Keberadaanya memang di pesisir pantai, kandungan air sungai juga payau mendekati asin, namun hasil panen padi warga Pulau Marparan terbilang berkualitas bagus.

Hasil produksi garam di pulau tersebut berkualitas A1 dengan harga jual tinggi. Dalam sekali panen, dengan ukuran lahan tambak garam 75 x 13 meter persegi bisa menghasilkan puluhan juta rupiah.

"Dulu ada anggota DPR RI Slamet Ariadi dari Partai Amanat Nasional (PAN) datang ke pulau ini. Dia bilang garam Pulau Marparan sangat bagus," kenang Rois, saat diwawancarai Suaraindonesia.co.id, Minggu (04/06/2023).

Sedangkan ikan bandeng para petambak di pulau tersebut dikenal memiliki tekstur lembut. 

Petampak lebih memilih budidaya ikan bandeng dibandingkan udang, karena lebih tahan cuaca dan penyakit. 

"Tapi sekarang hanya budidaya ikan bandeng saja, karna udang sekarang rawan mati. Ya meskipun dulu saat kepemimpinan Gus Dur, petambak udang pernah untung ratusan juta rupiah," tandas Rois.

Penduduk Pulau Marparan, sambung Rois, mayoritas jebolan pondok pesantren, sekitar 90 persen warganya adalah santri yang tergabung sebagai warga Nahdlatul Ulama.

"Sejak keluar dari bangku sekolah dasar, anak-anak di sini langsung masuk pesantren hingga lulus SMA atau SMK. Jadi wajar kalau mayoritas santri," jelasnya.

Tidak ada akses kendaraan roda 4 di pulau tersebut, sebab satu-satunya jalur untuk sampai ke Marparan hanya dengan jalan setapak dan menyeberang dengan perahu kecil.

Untuk menuju ke pasar tradisional, sebelum tahun 2010 warga Pulau Marparan berbelanja ke Pasar Belega, Kecamatan Belega, Kabupaten Bangkalan. Jalur menuju ke pasar juga melalui sungai dengan menumpang perahu kayu berkapasitas 40 orang.

"Sekarang sudah tidak lagi, karena sungai arah ke Pasar Belega mulai dangkal dan sempit. Untuk belanja sekarang banyak yang lewat Pelabuhan Jecceng, dengan kapal skoci yang disediakan Pemkab Sampang," pungkasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Hoirur Rosikin
Editor : Lutfi Hidayat

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya