SAMPANG -Beberapa kasus tragedi pembunuhan di Kabupaten Sampang sampai saat ini belum terungkap.
Kasus itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Aparat Penegak Hukum (APH) yang harus segera dituntaskan dan segera diungkap.
Kasus pembunuhan terjadi di Kecamatan Bayuates, antara perbatasan kabupaten Sampang dan Bangkalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sekitar 5 kasus pembunuhan di Kecamatan Banyuates tidak terungkap hingga saat ini.
Jalaluddin Al Aziz, Avokad Sampang menerangkan, terdapat beberapa pembunuhan yang saat ini belum terungkap.
"Diantaranya pembunuhan di Dusun Pangkangkang, Desa Tlagah. Korbannya adalah seorang pemuda, yang sedang tidur. Ia dibunuh dengan cara sadis, korban disembelih dengan begitu tak bermanusiawi," ujarnya, Kamis (24/11/2022).
Sebelumnya, pembunuhan juga terjadi di Dusun Lonsabe, Kabupaten Sampang, pada tahun 2012. Kepada seorang nenek tua bernama Misra.
Kata Aziz, pembunuhan tersebut dengan cara digorok lehernya. Namun, hingga saat ini pelaku pembunuhan tersebut tidak kunjung terungkap.
Selain itu, lanjut Aziz terjadi lagi pembunuhan dan perampokan di Desa Banyuates, yang mengakibatkan wanita paruh baya meninggal dunia atas nama Buwarni (Buk Rusman) pada tahun 2013.
"Pada waktu itu sampai mendatangkan anjing pelacak dari Polda Jatim, namun tidak kunjung terungkap," ungkapnya.
Aziz mengungkapkan, pembunuhan yang ke empat di Desa Terosan pada tahun 2021, korbannya seorang laki-laki paruh baya. Hingga saat ini pun tidak kunjung terungkap.
Sedangkan pembunuhan yang terakhir, di Desa Trapang. Korbannya adalah seorang guru Mts yang berasal dari Trenggalek.
"Terakhir pembunuhan di Trapang. Sudah 8 hari Polisi belum mengamankan pelaku pembunuhan tersebut," ujarnya.
"Saya sedikit heran. Setiap pergantian Pejabat Utama Polres Sampang, kasus-kasus itu seakan-akan hilang ditelan bumi. Semoga pembunuhan yang terakhir ini bisa segera terungkap," imbuhnya.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Sukaca yang baru menjabat, saat diwawancarai mengatakan, terkait pembunuhan di Desa Trapang. Saat ini kami sedang melakukan upaya penyelidikan mengumpulkan bukti-bukti.
"Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin, agar kasus tersebut segera terungkap. Kami minta tolong kepada masyarakat agar membantu memberikan informasi kepada Polisi," katanya.
Dia memohon kepada masyarakat dan juga kepada pelaku media supaya dikawal agar segera terungkap pelakunya.
"Kami mohon doanya, kepada masyarakat dan juga teman-teman media. Agar kasus pembunuhan di Desa Trapang segera terungkap," tuturnya.
AKP Sukaca menegaskan, untuk pembunuhan di Kecamatan Banyuates yang belum terungkap tersebut.
"Kami akan berusaha, namun saat ini kami masih fokus pembunuhan di Trapang. Supaya konsentrasi Resmob tidak pecah," tegasnya.***
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Hoirur Rosikin |
| Editor | : Bahrullah |
Komentar & Reaksi